A Little Introducing

Malang, Jawa Timur, Indonesia
Birth name Ilham Rianto. Im just an ordinary guy with some ordinary writings who one day will be a movie director.

Minggu, 18 Oktober 2015

I hope you read this

This is for you but I’m showing it to everyone, I won’t tell who ‘you’ is, you will know by reading it.

I still remember the first time we met, how you smiled at me and talked to me with your beautiful voice. You introduced yourself with your nickname and I was like “What kind of nickname is that?” I laughed hearing it, then you said if I forget what your nickname is I could ask your friends who is also a friend of mine.  But how could I forget you? You are a person I could never forget in my life. I will always remember that day. I wish I could change the past so that you and I could be together. Why we are not together now I think it’s because God is saving it for the future I hope. You are the biggest hope I ever have in my life. I have never been this attached to a women, but I’m also not obsessive for you. I want you to be happy with your choices and if you were happy to drift away from me then I’ll take it. You remember how I said you are the sun of my life, how I said that this heart can’t wait anymore to see you again? One day I will finish that song and I want you to be the first to hear it.

                What is so special about you? If I say you’re beautiful there are many women more beautiful, if I say you’re cute there are many women cuter, I don’t look at you upon how you look, but how you are. I love the way you talk and your personality is the perfect one for me. We have so many things in common, still remember how I said we were fated together because of that? That wasn’t a joke, I really wish you are my fate and your fate is mine. Allah knows who our mate is and again I hope you are mine. If there is a next time, I will love you because of Allah. Not like how I loved you before. I don’t want to hold your hand, I don’t want to give you hugs when you need them, I don’t want to be the one to wipe your tears, but I want to be the one to protect you safe from sins until I am the one allowed to do all the things that we can’t do now.
Since we drifted apart I chose to stay away from you, so that I don’t get the same feeling that I had before for you now because I don’t want to think about you when you are with someone else. But now it’s different. We can still be friends like how I was hoping, but you disappear too easy. I don’t know why you do that, but really let’s just be friends now. Be best friend’s maybe? Talk about all the stories we each had? I just want you to know, I won’t get the same feeling for you until the time is right. So I hope we can get close again like before I told you I like you. Was it selfish for me to say that I liked you? I’m sorry I couldn’t keep the promise we made. I’m sorry for everything.


I really miss you, I really miss us. I miss your smile, your laugh, your everything! I am writing this as a promise to myself that next time if there is a next time I will love you because of Allah. I just want to give you the white flower to you. From this end, it’s an official goodbye. I won’t love you again if not because of Allah.

Selasa, 25 Agustus 2015

Terlanjur Suka

Lama gak ngeblog, pas lagi pingin ngeblog kadang-kadangpun terhalang oleh arus internet yang tidak bekerja yang membuat diri saya malas. Maunya sih ngeblog tentang MOPD 2015 di SMA BSS kemarin, tetapi gak mungkin jadi dalam semalaman mungkin minggu depan atau dua minggu lagi tergantung request yang dapat memberikan semangat untuk ngeblog. Ya... Sebagai awalan untuk mulai ngeblog lagi. Saya membuat sebuah karangan pendek yang gak penting tapi kalau mau baca ya silahkan...

Sebelum menuju kesitu pingin upload satu foto dari MOS MOPD kemarin sebagai spoiler untuk blog yang akan saya tulis tentang MOS MOPD.

Ya inilah salah satu keseruan didalam kegiatan mopd kemarin :)

Terlanjur Suka


                Senyum… Ini semua karena senyumannya… Mungkin hal yang paling indah dan mudah untuk manusia lakukan adalah tersenyum. Hanya dengan tersenyum saja hal-hal yang baik akan dating kepada kita. Senyuman pertama yang aku lihat darinya langsung membuat diriku tertarik kepada dirinya. Diriku yang sedang mengalami luka di hati saat itu terasa hilang hanya dengan melihat senyumannya. Aku berharap pada saat itu bahwa kita bisa menjadi lebih dekat. Harapan itu bisa dibilang terwujud tetapi hanya sekedar dekat dan tak lebih. Kukira dan aku ingin mendapatkan lebih. Rasa tak syukurku itu membuatku kini ke dalam suasana dimana tidak ada ‘dia’ untuk diprioritaskan.  Dalam artianku diprioritaskan ini adalah orang yang selalu aku usahakan untuk ku tanggapi ataupun hubungi. Aku tak tau kini ia dekat dengan siapa dan mungkin aku sudah tak peduli lagi. Bentar… Kalimat itu harus dikoreksi. ‘Mungkin aku sudah tak peduli lagi’ lebih tepat diganti dengan ‘aku berusaha untuk tidak peduli’. Karena setiap kali aku mencoba untuk tidak peduli, aku kembali melihat senyumnya yang membuat diriku berharap kembali kepada sesuatu yang tak pasti. Ini semua membuatku pasti bahwa aku sudah terlanjur menyukainya.

Semua ini terjadi karena senyumannya…

Rabu, 20 Mei 2015

Your White Rose

'That Feels'

          Terasa dingin dengan hanya mengenakan kaos oblong untuk menutupi tubuh pada jalanan kota. Malam yang diiiringi dengan suara kendaraan motor dan mobil. Kulewati jalan pintas agar terhindar dari keramaian jalanan dalam kota. Jalan pintas yang membawaku kembali kepada kenangan yang telah membuatku menjadi orang yang lebih baik. Ada berbagai bunga yang terpajang di jalan itu tetapi aku hanya melihat mawar putih yang dijual oleh para florist. Sebuah takdir yang masih kuharap dapat berlanjut sesuai dengan izin dari-Nya. Aku ingin kembali bisa tertawa bersamanya. Tak tau apa yang membuatnya berhenti begitu saja. Mungkin sebuah salah paham? Atau mungkin aku yang telah berbuat bersalah. Seperti ruangan yang tak ada cahayanya, aku tak bisa melihat apa yang telah terjadi. Aku tak tau apa ia telah menyukaiku sepertiku menyukainya. Aku belum butuh balasan untuk rasa sukaku itu. Karena cukup hanya dengan melihat senyumnya, hatiku telah membuatku menjadi seseorang yang lebih baik untuknya. Walaupun aku sudah tak dekat lagi dengan dirinya dan pada setiap saat aku mulai mendekati yang lain hatiku berkata “Apa yang lu lakuin ha?!” Pada saat itu aku yakin bahwa ia memanglah hidayah yang diberikan Tuhan untukku.

Kini ku masih berharap takdir yang baik seperti makna mawar putih nya.


Senin, 05 Januari 2015

Menjadi lebih baik

Mengejar daripada Mempertahankan


Kadang-kadang apa yang kita minta kepada Tuhan diberikan tidak sesuai dengan harapan kita melainkan lebih baik daripada itu. Misalnya kita berdoa untuk diberikan kendaraan dengan harapan bahwa yang diberikan adalah sebuah motor baru melainkan yang diberikan kepada kita adalah sebuah mobil baru. Tuhan memiliki rencana-rencana yang terbaik untuk kita karena Tuhan Maha Tahu. Kadang-kadang kita berdoa berdasarkan keinginan tanpa melihat apakah itu dibutuhkan oleh kita atau tidak. Lalu Tuhan menjawab dengan memberikan kebutuhan yang ternyata itu ialah yang kita inginkan sebenarnya.Manusia memang adalah makhluk dengan penuh rencana tetapi Tuhan Maha Tahu mana rencana yang terbaik untuk kita. Dalam setiap kehidupan tidak mungkin ada yang selalu sesuai rencana. Pengalaman membuatku menyadari apa yang aku harapkan itu bukan yang telah direncanakan oleh Tuhan. Ia telah memberikan yang jauh lebih baik dari itu.

Tak cantik dan tak semenarik yang lainnya, aku mengenal dia pada saat berkelompok mendiskusikan masalah yang harus kami temui solusinya, tugas dari guru PKn kami. Memang saat itu kami masih awal tahun pelajaran baru sehingga aku mengenalnya sebatas nama dan tampang saja. 40 menit satu jam pelajaran di sekolah kami, satu jam pelajaran untuk mendiskusikan masalah lalu satu jam pelajaran lagi untuk mempresentasikan hasil diskusi kami. Terbagi menjadi 6 kelompok dan saat itu kami mendapatkan topik tentang toleransi antar agama di Indonesia. Kami membahas matang-matang masalah itu dengan menuliskan kehebatan toleransi di Indonesia. 6 Agama yang dapat terjalin dengan toleransi yang sempurna dan menuliskan juga kejadian-kejadian yang telah merusak kesempurnaan itu. Jam pelajaran kedua dimulai dan kelompok kami mendapatkan kesempatan pertama untuk mempresentasikan hasil diskusi kami. Aku yang merupakan ketua dari kelompok tersebut membuka presentasi itu dengan cukup sempurna menurutku sih lalu dijelaskan oleh Siti dan ternyata ia menjelaskannya jauh lebih sempurna dengan yang telah aku harapkan, jauh lebih pintar daripada diriku yang membuatku berpikir 'lo keren sumpah'. Awal dari terkagumnya diriku kepadanya.

Saat itu aku memiliki seorang pacar yang juga tidak sesuai dengan yang aku harapkan, ia terlalu pasif pendiam. Memang pacarku saat itu memiliki penampilan yang sesuai dengan seleraku, aku masih menilai perempuan berdasarkan kecantikan pada saat itu. Mungkin aku yang terlalu cepat dalam mengambil tindakan membuat hubungan kami tak sampai sebulan aku berpacaran dengannya. Sebut saja Lila, pandangan pertamaku padanya langsung menarik hatiku untuk melakukan apa yang disebut dengan PDKT. Juga tak sampai sebulan pdkt aku sudah berpacaran dengan dia. Terlalu cepat bukan? Kita tak tau sifat-sifat dia yang sebenarnya apabila waktu pdkt hanya dalam waktu yang singkat. Bentar... sifat? Aku kan menilai wanita berdasarkan penampilan waktu itu jadi sifat tak masalah bagiku.

Aku pacaran dengan Lila lah yang membuatku tidak dekat dengan Siti Karena seperti yang kujelaskan tadi, Lila jauh lebih cantik daripada Siti . Sebuah sifat yang menakjubkan belum dapat menarik diriku untuk merubah rasa kagum jadi suka. Tetapi semua itu dapat berubah dengan sekejap saat aku pergi ke rumahnya untuk mengembalikan helm nya yang telah dititipkan kepadaku. Niat yang hanya untuk mengembalikan helm berubah menjadi perbincangan panjang lebar dari A sampai Z. Dia benar-benar keren, semua yang kita perbincangkan tidak pernah menimbulkan rasa bosan, aku bisa berbincang dengannya seharian tanpa henti. Paling berhenti ya karena makan dan melaksanakan kewajiban tetapi saat itu langit sudah bewarna hitam jadi tak selama dengan yang kuinginkan. Bosanku pacaran dengan Lila membuatku merasa bahwa aku naksir sama Siti . Tak lama kemudian dari hari dimana aku dan Siti berbincang panjang lebar, aku putus dengan Lila. Tapi itu semua sudah terlambat karena Siti ternyata sudah dekat dengan lelaki lain, Fajar. Kecewa? Tidak, aku saja yang terlalu bodoh menilai wanita berdasarkan penampilan semata.

"Ha dia nembak kamu? Di depan teman-temanmu dan teman-temannya?" Hari dimana Fajar menembak Siti yang membuat semua harapanku untuk mendapatkannya hilang.
"Iya, harus bagaimana ini ham?"
"Hmm, perasaan kamu ke dia gimana?"
"Gak tau aku bingung"
"Kalau kamu emang juga memiliki perasaan yang sama, kamu terima aja, jangan dipending-pending."   
"Gak tau ham, kayagnya masih belum ada perasaan yang pasti"
"Kalau kamu tak memiliki perasaan yang sama tetapi kamu telah memberikan harapan kepadanya dengan membiarkan dia mendekatimu, sebaiknya kamu terima dan belajar untuk mencintai dia, karena kadang kita harus belajar mencintai orang yang mencintai kita karena tak selamanya orang yang kita kejar itu punya perasaan yang sama pada kita." Ohh Ilham lu goblok bangeet, kenapa lu mengeluarkan kata-kata yang bijak seperti itu, coba lu ngomong jangan diterima dengan alasan apapun kalau kamu tak memiliki rasa yang sama, ooh gobloknya lu.

Ternyata ia sudah menerima nya pada saat percakapan kami itu, karena percakapan tadi dilaksanakan melalui media bbm ia juga menerima Fajar jadi pacarnya lewat bbm. Ia menerima dengan alasan kasian. Alasan yang sangat tidak masuk akal. Ohh Why... Ya sudahlah biarkan mereka berkarya dan menciptakan sebuah cerita baru. Secara otomatis aku sudah tak menghubungi Siti lagi melalui media sosial melalui bbm. Apa gunanya mengejar orang yang sudah ada yang punya. Aku kembali menjadi diriku yang mementingkan bermain dota daripada mengejar wanita lagi. Hari-hari dimana Hp selalu sepi dimana aku sudah tak lagi menggunakan paket bbm lagi.

Sebulan kemudian, seorang wanita cantik kembali menghampiri hidupku. Iya cantik sekali tetapi kalau yang ini beda, ia baru putus. Tak bisa ia move on dari mantannya. Yang ini gak pasif pendiam, tetapi cerewet dan juga bisa berbincang panjang lebar walau tak semenarik perbincanganku dengan Siti. Cantik dan rame? Cukup itu saja menurutku, sebut saja Rhia. Penting tidak seperti Lila yang pendiam yang membuatku seperti berbicara dengan batu. Aku merasa lebih nyaman dekat dengan Rhia walau tak senyaman saat dekat dengan Siti. Setelah sekitar 2 minggu pdkt, aku merasa bahwa ia adalah milikku and no one can stop me. Alay, lagi-lagi aku tak berpikir panjang lebar. Aku mengajaknya pergi jalan-jalan 'kencan nih?' yang berunjung kami foto berdua. Lebih mengagetkan lagi ternyata si mantan melihat kami berdua. Bukan Lila, ini beda lagi.

Keesokan harinya Rhia tiba-tiba cuek seolah-olah mencoba hilang dari hidupku. Aku merasa bahwa telah diberikan harapan palsu olehnya. Terus menjadi penat dalam pikiranku, kenapa hal ini bisa terjadi kepada diriku. Apakah gara-gara kemarin sehingga ada sebuah rasa ilfeel yang muncul darinya? Aku tak tau. Aku meminta alasan tapi tak ia berikan sehingga kucoba tanya kepada teman dekatnya yang akhirnya memberikan sebuah kejelasan mengapa hal ini bisa terjadi. Mantanku yang se ekskul sama Rhia, mengancam Rhia untuk tidak dekat-dekat denganku. Ia takut menimbulkan sebuah permusuhan di dalam ekskul nya sehingga memilih untuk menjauh dariku.

Aku tak tau sekarang apa yang harus aku lakukan. Lalu teringat sebuah kalimat dari seseorang yang berbunyi agar kita harus menyatakan perasaan sebelum orang itu pergi dari hidup kita. Tak tau kenapa hal itu malah yang terpikir olehku sehingga aku memilih untuk mengatakan bahwa aku suka sama Rhia secara langsung padanya. Keesokan harinya setelah pulang sekolah, aku mengatakan semua perasaanku kepada Rhia. Mungkin ini pertama kalinya aku bilang "aku suka sama kamu" secara langsung. Semua penat yang ada dalam hati aku ungkapkan semuanya. Tetapi balasannya membuat diriku kecewa, ia tetap memilih untuk menjauh dariku setelah semua yang kukira adalah sebuah harapan untukku.

Kembali lagi pada diriku dengan hati yang mengatakan tidak ingin dekat dengan wanita lagi yang ternyata itu hanya berlangsung selama satu hari. Karena keesokan harinya aku mencoba melampiaskannya kepada wanita lain. Agar bisa lebih cepat move on dari sebuah rasa yang ternyata hanya sebuah kepalsuan. Kali ini wanita yang kupilih adalah teman dekat dari Siti. Jauh lebih cantik dari Siti dan lebih tinggi pula. Saat itu ia memang juga tidak ada yang punya sehingga aku mencoba mendekati dia untuk melupakan kegalauan yang aku alami.

Berhasil, menurutku ini move on tercepat yang pernah aku alami. Aku sudah tak lagi memiliki rasa kesal kepada Rhia seminggu kemudian. Disamping itu pula, seminggu kemudian lagi aku merasa bahwa dengan teman dekatnya Siti ini aku tak merasa nyaman seperti saat dekat dengan Rhia maupun Siti. Sehingga daripada memberikan harapan palsu, aku menjauhinya secara perlahan dan kembali pada diriku yang memiliki hati tanpa perasaan kepada siapapun. Kebetulan saat itu ujian akan berlangsung dan hatiku dalam keadaan tenang, hanya bisa kuucapkan terimakasihku kepada Tuhan karena menempatkan diriku dalam keadaan tenang pada saat ujian akan dilaksanakan.

Tinggal 2 hari lagi hingga Ujiannya berakhir, aku mendapatkan sebuah berita yang sangat bahagia bagiku. Siti telah berhenti berhubungan pacaran dengan orang yang bernama Fajar itu. Berita itu membuatku melaksanakan ujian dengan lebih semangat. Pada hari terakhir ujian berlangsung, malamnya aku mengajak Siti untuk jalan-jalan sebagai sebuah bentuk refreshing atas seminggu penuh perjuangan otak. Aku ingin mendengar seluruh ceritanya dari Siti bagaimana kejadiannya yang membuat hubungan mereka berakhir. Kembali lagi kita berbincang dari Aceh sampai Papua, sungguh menyenangkan bisa jalan-jalan berdua sama dia. 'PDKT ulang' otakku terus berkata beserta neuron-neuron yang bergerak dalam otak terus meneriakan 'YEAAAAH!' Sambil bergerak kesana-kemari. Tak henti aku menghubungi dia melalui bbm setelah jalan-jalan berdua dengannya.

Otomatis setelah Ujian adalah liburan. Pada liburan itu tiada hari dimana aku tidak tersenyum karenanya. Ia membuat hari-hariku tidak bosan saja dengan diriku menonton film seperti biasanya, tetapi ia membuatku tersenyum pada setiap balasan yang ia berikan.

Setiap aku terbangun dari tidurku aku teringat dirinya
Setiap aku melihat fotonya tak ingin kulepas pandanganku
Setiap aku melihat waktu ingin kupercepat agar dapat bertemu dengannya
Setiap aku menghitung waktu saraf otakku memikirkan dirinya
Mungkin ia tak secantik seanggun
Cinta tak memandang baik rupa
Aku hanya ingin berjumpa dengannya
karena hati ini sudah tak tahan lagi ingin bertemu, karena dirinya bagaikan matahari dalam hidupku, dan karena aku begitu merindukannya.
Sebulan kemudian saat liburan hendak berakhir aku mengajaknya jalan-jalan lagi dan kuungkapkan seluruh perasaanku kepadanya tetapi tak kuucapkan 'Kamu mau jadi pacarku' melainkan aku katakan 'Bolehkah aku terus mengejarmu sampai waktunya nanti'. Rasa cintaku padanya membuatku berpikir bahwa kalau aku sampai jadi pacarnya maka akan 'Game over' dan berhenti begitu saja dengan harus mempertahankan 'High Score' itu. ‘Mengejar lebih mudah daripada mempertahankan’ kuingat kata-katanya. Mungkin suatu saat nanti aku akan jadi pacarnya atau tidak.  Menurutku, itu kehendak Tuhan.


Pada saat itu aku berpikir tentang masa lalu yang telah terjadi saat ia masih sama pacarnya. Kalau aku jadian sama Rhia, mungkin seseorang spesial seperti Siti tak bisa kudekati lagi, begitu pula kalau aku dekat dengan temannya Siti, malah takkan selamanya ku bisa dekat dengan Siti lagi. Mungkin ini memang kehendak Tuhan, hidayah Tuhan yang diberikan kepadaku untuk menjadi lelaki yang lebih baik karena seorang wanita itu.

Jangan mencintai seseorang karena penampilannya

Kalau ia mencintaimu maka ia akan mengarahkanmu ke jalan yang lebih baik 
The End